SUKSES: Menurut Alkitab (Mzm.1)


Pendahuluan
Kita tentu mengenal Chairul Tanjung (CT). Kalau dalam iklan promosi di tv dikatakan Chairul Tanjung “dulunya teman-temannya memanggilnya si Anak Singkong.” Kemudian teman saya melajutkan dengan kalimat, “kini dipanggil kripik singkong.” Chairul Tanjung menurut Majalah Forbes termasuk 1000 orang terkaya di dunia dan menempati peringkat 937 di dunia. Di Indonesia dia termasuk no. 7 dengan kekayaan ± US$ 1 milyar.
Hal ini dimungkinkan karena Chairul Tanjung merupakan Penguasa Bank Mega, Mega Syariah, Mega finance dan trans corp: trans tv, trans 7 dan trans studio; 40% saham Carrefour; 10% dll. Beliau juga memiliki CT Foundation yang rencananya ingin membangun sekolah unggulan di tiap provinsi.
Dengan profil seperti ini, apakah ia termasuk orang sukses? Ini pertanyaan yang gampang-gampang susah, karena definisi sukses itu macam-macam.

Definisi Sukses
-          Menurut KBBI sukses artinya berhasil; beruntung:
Kalau definisi sederhana dari KBBI kita mungkin bisa segera mengatakan bahwa CT adalah orang yang sukses karena ia meraih banyak keberhasilan dalam hidupnya; Ia beruntung dalam usaha-usaha yang dikerjakannya.



Tetapi ada definisi sukses bijaksana yang dinyatakan oleh orang-orang hebat diantaranya:
  • "Sukses berarti aku bebas untuk membantu orang lain mencapai sukses mereka, bukan mengutamakan sukses dirinya sendiri"- Chris Brogan (Chris Brogan is an American author, journalist, marketing consultant, and frequent speaker about social media marketing: Social media & Business strategy)

CT bisa dikatakan sukses bilamana ia mampu menolong orang lain mencapai sukses.
  • "Sukses berarti pencapaian tujuan diri Anda didefinisikan. Setelah Anda merasa bahwa Anda telah mencapai mereka, Anda telah sukses. "- Ben Lang (Ben Lang is an 18-year-old entrepreneur and the founder of the popular blog for young entrepreneurs, EpicLaunch; Ben is the founder of eBayBen.com)

CT bisa dikatakan sukses bilamana ia mencapai tujuan yang ia definisikan tentang dirinya
  • Sukses adalah mampu berkata, "Saya mencintai apa yang saya lakukan." -Brett Farmiloe (the founder of Pursue the Passion, taking a roadtrip across the USA to interview passionate people and encourage other young people to pursue their own passions.)


CT bisa dikatakan sukses bilamana ia mencintai apa yang ia lakukan.

Jika dikaitkan dengan tema kita hari ini “Sukses: menurut Alkitab”: apakah CT termasuk orang sukses?
Mari kita melihat apa kata Alkitab tentang sukses …

PERTAMA à Sukses berarti menjadi berkat: bukan sekedar kaya dan terkenal
Salah satu tokoh Alkitab yang dikenal sebagai tokoh yang sukses adalah Abraham.
-          Ketika Allah memanggil Abraham, ia sudah memiliki banyak harta benda dan juga para budak. Dan harta benda milikinya semakin lama semakin bertambah seiring dengan perjalanannya mengikut Tuhan; Kej. 12:5 à Kej. 13:2,6 à Kej. 23:6 (pendatang menjadi raja)
-          Akan tetapi bukan kekayaan yang menjadi pokok kesuksesan Abraham. Kesuksesannya tercapai ketika ia menjadi berkat bagi orang lain sesuai dengan tujuan ia dipanggil Tuhan. Kej. 12:1-3, “Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: ‘Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.’”
-          Abraham sungguh-sungguh menjadi berkat bagi orang lain. Di Kej. 14 dinyatakan bagaimana Abraham mengalahkan raja-raja dari Timur yang ingin menguasai daerah Kanaan. Abraham mengalahkan raja-raja dari Timur dan membebaskan penduduk sekitar yang ditawan termasuk kerabatnya Lot.
-          Dari keturunan Abraham pula lahirlah Mesias, yang membawa keselamatan bagi bangsa-bangsa. Inilah berkat untuk bangsa-bangsa itu.


Orang Kaya tidak ditentang oleh Alkitab, kecuali jika orang itu tidak menjadi berkat dengan kekayaannya. Ada banyak tokoh penting dalam Alkitab adalah orang kaya, tetapi mereka menjadi berkat bagi orang lain. Boas seorang yang kaya raya mau memperhatikan orang miskin, bahkan menebus Rut menjadi Isterinya (Rut 2:1). Ia adalah leluhur Kristus. Beberapa raja Israel yang benar-benar menjadi berkat, diantaranya Daud. Di perjanjian Baru adalah beberapa murid perempuan melayani dengan kekayaan mereka (Luk 8:3).Filemon seorang kaya yang menjadi tokoh penting dalam kekristenan mula-mula.
                Seorang yang sukses adalah seorang yang menjadi berkat bagi orang lain. Orang boleh saja kaya, terkenal, cerdas; TETAPI seorang sukses menurut Alkitab adalah seorang yang menjadi berkat dengan apa yang ada padanya. Banyak orang kaya tetapi menyengsarakan orang lain. Banyak orang terkenal tetapi tidak peduli kepada sesama. Banyak orang yang cerdas tetapi sedikit yang mau menolong sesama.
                Jika ingin menjadi orang sukses jadilah berkat bagi keluarga, bukan menjadi cela dan sumber masalah dalam keluarga. Jika ingin sukses di kampus, jadilah berkat bagi rekan-rekan dan kampus. Jika ingin menjadi orang sukses di lingkungan sekitar, jadilah berkat bagi orang-orang di lingkungan sekitar.

Apa lagi kata Alkitab tentang sukses ...
KEDUA à Sukses berarti menuntaskan rencana Allah bagi kita: apapun resikonya
Tuhan kita Yesus Kristus merupakan tokoh yang sukses menggenapi/menuntaskan rencana Allah melalui hidupnya.
-          Dalam Yoh. 19:30, dipenghujung hidupnya Yesus berkata, “sudah selesai.” Setelah mengatakan itu, ia menundukkan kepala dan menyerahkan nyawaNya. Apa yang sudah selesai? Tujuan kedatangan Yesus ke dunia sudah selesai dikerjakan. Ia datang untuk menyelamatkan umat Allah dari dosa dengan menjadi tebusan bagi mereka.
-          Misi ini selesai justru di tempat paling terkutuk, yaitu salib. Misi ini tuntas diselesaikan bukan dalam istana, bukan dengan kemewahan kekayaan, tetapi justru dalam kesederhanaan. Kisah kehidupan Yesus adalah kisah kehidupan yang sukses mengenapi rencana Allah melalui hidupNya. J.I. Packer melihat keserhanaan hidup Yesus: yang lahir di kandang binatang, ketika melayani: burung mempunyai sarang tetapi Ia tidak punya tempat meletakkan kepala. Ia mati di tempat paling terkutuk dalam budaya saat itu, dan dikuburkan di kubur pinjaman. Tetapi IA PRIBADI SUKSES MENGGENAPI RENCANA ALLAH DALAM HIDUPNYA.
Tokoh lainnya adalah Rasul Paulus
-          Dalam 2Tim. 4:6-8, dipenghujung hidupnya Paulus menyatakan bahwa ia telah mengakhiri pertandingan yang baik, ia telah mencapai garis akhir. Ia telah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Allah.
-          Paulus menuliskankan surat 2 Tim. ini dalam penjara dan menanti penghukuman mati. Dalam tradisi gereja dikatakan Paulus mati dipenggal.  
Seorang yang sukses adalah seorang yang berjuang menggenapi rencana Allah dalam hidupnya dengan optimal. Kisah Yesus dan Paulus menunjukkan bahwa Sukses berarti menggenapi rencana Allah melalui hidup kita. Bahkan ketika rencana itu dikerjakan tanpa kekayaan, tanpa kebebasan, tanpa popularitas.
                 

Sampah dan Monyet




"Kebiasaan membuang sampah" telah menjadi salah satu indikator pembeda manusia dan monyet. Mungkin juga menjadi pembeda bangsa ini dan bangsa barat. Kebiasaan membuang sampah sembarangan telah menggelisahkan dan membuat frustrasi beberapa orang yang peduli dengan kebersihan. Asumsi saya ini tercermin dari salah satu papan pengumuman unik berikut.

Unik banget papan pengumuman ini! Tertulis, HANYA MONYET yang boleh buang SAMPAH "SEMBARANGAN" #HELP KEEP THIS PLACE CLEAN#

Beberapa penafsiran & analisa yang mungkin:


  1. Pemberitahuan adanya hak istimewa kepada monyet untuk membuang sampah sembarangan di area sekitar, itu berarti mahluk lain termasuk manusia harus membuang sampah di tempat tertentu. Apa mungkin penguasa area ini adalah para monyet - the rise of apes?
  2. Pemberitahuan adanya revisi penerjemahan Inggris - Indonesia. "Hanya monyet yang boleh buang sampah sembarangan" seharusnya diterjemahkan "Help keep this place clean." Itu berarti, banyak orang di sekitar area tersebut yang telah salah menafsirkan kata kata di atas, sehingga perlu dibuat papan khusus untuk mengoreksinya.
  3. Pemberitahuan adanya rasa frustrasi sang pembuat papan dalam menghimbau orang sekitar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sehingga ia menyetarakan pembuang sampah sembarangan dengan monyet. Itu berarti papan ini adalah ekspresi kegalauan. 
  4. Ada gap kebiasaaan membuang sampah antara pengguna bahasa Indonesia dan pengguna bahasa  Inggris di area sekitar papan tersebut. Pengguna bahasa Indonesia sering membuang sampah sembarangan (karena itu pesannya keras), sedangkan Pengguna bahasa Inggris sering membuang sampah pada tempat sampah (karena itu pesannya lebih halus). 
  5. ... (ada analisa lain?) 

Diskusi Inspiratif dengan Seorang Kawan Ateis

Baru saja terlibat diskusi mencerahkan dengan seorang kawan ateis sejati. Ateismenya menginspirasi sampai-sampai sempat terpikir andai saja Tuhan memang tak ada, maka saya akan
Sumber: Google Search
menjadi seorang ateis bak kawan itu. Kesejatian ateismenya membuat saya menghormatinya kendatipun berbeda pandangan hidup. Coba deh simak diskusi inspiratifnya – sebenarnya kami tidak berdiskusi dalam bahasa Indonesia namun demi kepuasan pembaca maka saya terjemahkan:

Kawan  : hai bro apa kabar, lama tak dengar kabarmu?
Saya       : Hei sekarang dimana brow?
Kawan  : Dia menyebutkan suatu negara.
Saya       : wih sudah berapa lama di situ? Pantesan jarang terdengar didiskusi angkatan. Kapan pulang ke Indo?
Kawan  : sejak 2001 bro. Kayaknya tidak balik ke Indonesia lagi.
Saya       : betah juga ya di sana. Apa sudah menikah di sana? Hahaha
Kawan : Hahaha. Saya masih menikmati jomblo bro. Saya sudah pindah kewarganegaraan, jadi sudah warga negara sini bukan Indonesia lagi.
Saya       : Oya?.. sampai segitunya di negeri orang ya.. sampai pindah kewarganegaraan.
Kawan  : Bukan gitu bro. Saya pindah warga negara karena ateismeku bro. Tahukan saya ateis sejak 2000?
Saya       : apa???? Parah lu bro. Apa ndak cukup agama KTP dikosongkan gitu?
Kawan  : biasa aja bro. Indonesia kan ideologinya Pancasila – sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa. Saya kan Ateis, jadi harus pindah lah bro. Masa saya Ateis mengaku warga dari negara bertuhan.
Saya       : wah..wah.. Ateis-mu berintegritas banget bro, radikal gila. Soalnya ada juga tahu paham ateis tapi tetap aja warga Indo, ktpnya ada agamanya lagi..
Kawan  : hahaha. Itu Ateis Pemula bro, masih nyoba-nyoba jadi ateis. Ateis itu bagiku pandangan hidup dan jati diri.
Saya       : Oh. Ada juga yang namanya ateis pemula ya.. kalo bahasa gaul di sini ATEIS CUPU dong bro..
Kawan  : Apapun lah itu... ATEIS CUPU boleh lah.
Saya       : Brow.. dulu jadi ateis bukan karena kepahitan sama orang teisme ya? Orangtua mungkin, atau teman atau mantan? Hahaha.. sorry kalo nyinggung, pengen tahu saja?
Kawan  : Tak masalah bro. Saya jadi ateis karena belajar. Tak ada kapahitan sama siapapun. Jadi bukan jadi ateis karena balas dendam nih bro, hahaha. Relasi dengan orangtua baik, kamu tahu kan orangtua gimana religiusnya. Mereka agak berat waktu saya bilang saya pilih jadi ateis, tapi akhirnya bisa terima. Teman dan mantan kebetulan juga pada baik-baik. Termasuk kamu bro baik juga kok, hahaha. Ateisme itu lebih besar dari balas dendam bro. Ateisme tidak serendah itu bro.
Saya       : kalo motivasinya balas dendam, itu ateis apa namanya bro? Hahaha.
Kawan  : itu namanya Ateis Labil.
Saya       : ada-ada aja lu bro. Kalo gitu bahasa gaulnya ATEIS GALAU tuh.
Kawan  : hehe, jadi orang gaul sekarang ya..
Saya       : Ateisme mu sudah mantap banget kayaknya bro.
Kawan  : Ateisme itu fakta bro. Ateisme lebih dari balas dendam, lebih dari topik diskusi digrup dan status-status media sosial. Ateisme itu pandangan hidup yang berangkat dari fakta dan kebenaran yang mengubah kehidupan dan membentuk kehidupan jadi lebih baik.
Saya       : Gitu ya bro.. jadi kamu kurang setuju ya bro kalo diskusi di grup atau di medsos tentang ateisme?
Kawan  : Diskusi boleh saja bro tapi jangan asal diskusi, tapi harus konstruktif. Tidak baik menyerang isme orang tanpa krama dan integritas. Kalo kamu teisme bersikaplah selayaknya teisme, kalo kamu ateisme berlakulah layaknya ateisme sejati. Lakukan yang kamu katakan dan katakan yang kamu lakukan. Tidak baik merasa paling tahu, paling benar. Seharusnya rendah hati.


Saya       : apa ada juga istilahnya ateis yang suka berdebat destruktif bro? Hahaha 100x..
Kawan  : kenapa? Mau cari bahasa gaulnya juga ya? Apa bahasa gaulnya ateis sok tahu?
Saya       : ATEIS SOTOY. Mantap. Jadi hari ini saya kuliah tentang ateisme darimu ini bro. Saya belajar empat jenis orang ateis: Ateis Cupu, Ateis Galau, Ateis Sotoy dan Ateis Sejati. Yang terakhir kayaknya kamu bro. Tapi saya doakan kamu jadi teisme kembali bro.. gimana?
Kawan  : hmm. Jadi guru ini saya ya hari ini. Kau masih berdoa, saya sudah bertindak mencerahkanmu menjadi ateis bro. Hehehe
Saya       : Jadi satu langkah di depanku ya. Ok lah bro sampai jumpa lagi. Cepatlah cari pasangan mungkin pandangan hidupmu atau ismemu berubah setelah dapat jodoh.
Kawan  : hehehe. Sampai jumpa bro


                Demikianlah diskusi mencerahkan dengan kawan lama, yang dengan kagum saya sebut namanya, SATIRE. Yang pengen belajar menjadi ateis sejati dari dia bisa googling aja namanya. Nanti bisa memperdalam Ateis Cupu, Ateis Galau, Ateis Sotoy dan Ateisme sejati. Bagi yang sudah ateis, silahkan takar ke-ateisanmu. Semoga diskusi kami juga mencerahkan pembaca.

MENJAWAB ZAKIR NAIK: YESUS TIDAK MATI! BENARKAH?

Zakir Naik telah mengunjungi Indonesia.  Ia mengunjungi Indonesia, sebagai negara Muslim terbesar di Dunia, untuk tujuan berdakwah. Uniknya, Zakir Naik dalam safari dakwahnya memberikan prioritas khusus pada nonmuslim. Kaum nonmuslim mendapat undangan untuk hadir dan bahkan keleluasaan untuk bertanya dalam setiap acara yang dilaksanakan di berbagai kota di Indonesia. Bahkan konon banyak kaum nonmuslim yang kemudian mengucapkan kalimat syahadat dan menjadi seorang muslim dalam safari dakwah tersebut. Berikut beberapa portal berita online yang saya baca menggambarkan hal di atas:



Nah, mengapa saya ikut-ikut mengomentari ceramah Zakir Naik? Apakah karena banyak orang Kristen yang meninggalkan agama Kristen? – Bukan itu alasannya, sebab Alkitab sudah menyatakan sebelumnya bahwa “ ... banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.” (Matius 24:10). Jadi jikalau banyak yang meninggalkan agama Kristen, maka itu menunjukkan kebenaran Alkitab – Apakah karena beberapa ceramahnya menyerang Alkitab dan iman Kristen? – Sorry, bukan itu juga alasannya. Sebab selama berabad-abad Alkitab dan iman Kristen sudah diserang. Dan jika hidup ini saya habiskan untuk membela Alkitab dan Iman Kristen, maka sia-sialah hidupku. Alkitab dan Iman Kristen akan membela dirinya sendiri, karena mereka kebenaran. Justru kebenaran itulah yang seharusnya membela kehidupan saya, bukan sebaliknya. Zakir Naik hanya salah satu tokoh dunia yang menyerang Alkitab dan iman Kristen. Sebelum dia sudah banyak dan sesudah dia mungkin masih akan ada lagi.

Saya memutuskan mengomentari ceramah Zakir Naik karena iseng aja. Sudah lama ndak nulis di blog. Pas lagi pengen nulis, nyari nyari tema apa yang ringan, tidak berat, dan bisa cepat nulisnya. Keingatlah pernah nonton Youtube potongan ceramah Zakir Naik. Nah jadi deh ikut-ikutan komentarin ceramah dia. Teman-teman bisa lihat potongan ceramah Zakir Naik yang saya tonton di Youtube pada link ini https://www.youtube.com/watch?v=c0jWJ_2VUus.  

Berikut ini saya tulis lagi sebagian transkrip subtitle Indonesia yang terpampang di video tersebut. Transkrip ini cuma sebagian juga sih hehehe, mulai dari menit 03:59 – 04:51 ya (jadi senyam-senyum sendiri nih, kebayang kasus BY yang potong video Pemprov DKI trus menghilangkan kata “pakai” xixixi). Berikut transkrip subtitle Indonesianya:
·         Tidak pernah disebutkan dalam kisah ini bahwa Yesus mati.
·         Jadi apa yang kita ketahui dari kisah ini, jika Yesus harus memenuhi nubuat Yunus,
·         Bahwa sebagaimana Yunus berada tiga hari tidak malam di perut ikan,
·         Begitu juga anak manusia (Yesus) berada tiga hari tiga malam di perut bumi.
·         Maka Yesus Kristus a.s haruslah hidup.
·         Jika dia mati, itu artinya Yesus Kristus a.s berbohong.
·         Dalam Gospel Matius 12:40, Yesus bernubuat
·         “Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi  tiga hari tiga malam.”
·         Jika Yunus hidup, maka dia juga harus hidup.
·         Jadi apa yang kuasumsikan ketika membacanya sebagai seorang pelajar,
·         Setelah melakukan penelitian, aku tidak percaya bahwa Yesus Kristus a.s berbohong
·         Jadi untuk memenuhi nubuatnya, aku harus percaya bahwa dia hidup,
·         Dia ditempatkan di tiang salib, namun dia tidak mati.


Benarkah Yesus menubuatkan bahwa dirinya tidak mati, berdasarkan tanda nabi Yunus, dalam Matius 12:40?
            
Supaya lebih jelas, yuk kita lihat utuh nukilan yang dibicarakan oleh Zakir Naik dalam Injil Matius tersebut:
“Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu." Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus! Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!” Matius 12:38-42.

           Sekali lagi, benarkah Yesus menubuatkan bahwa dirinya tidak mati, berdasarkan tanda nabi Yunus, dalam Matius 12:40?

Berikut Sanggahan saya:

1.       Sanggahan melalui Pendekatan Analisa Kalimat dan Kata pada teks Matius 12:40.
Perhatikan kalimat nubuat Yesus berikut, “Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” Kalimat tersebut saya coba pilah kesejajarannya plus dilampirkan teks Yunaninya (supaya kelihatan keren hehehe) demikian:

Frasa perbandingan
Sebab seperti
ὥσπερ γὰρ
demikian juga
οὕτως
Subjek
Yunus
Ἰωνᾶς  
Anak Manusia
ὁ Υἱὸς τοῦ ἀνθρώπου
Predikat

tinggal
ἦν 
tinggal
ἔσται
Keterangan Tempat
di dalam perut ikan 
ἐν τῇ κοιλίᾳ τοῦ κήτους
di dalam rahim bumi
ἐν τῇ καρδίᾳ τῆς γῆς
Keterangan Waktu
tiga hari tiga malam
τρεῖς ἡμέρας καὶ τρεῖς νύκτας
tiga hari tiga malam
τρεῖς ἡμέρας καὶ τρεῖς νύκτας.
       
        Dari tabel di atas terlihat ada dua kategori yang sama (meski dalam teks Yunaninya berbeda), yaitu kategori predikat dan keterangan waktu.

Predikat (Kata Kerja Bantu) yang Sama

Yesus dan Yunus sama-sama “tinggal” (“ἦν” dan “ἔσται”).  Kata “ἦν” dan “ἔσται” berasal dari kata dasar Yunani yang sama yaitu “εἰμι” (baca: eimi). Dalam teks Ibrani (Yunus 1:17) digunakan kata וַיְהִ֤י (baca: way-hî) yang berasal dari kata dasar Ibrani הָיָה (baca: haw-yaw). Baik kata Yunani maupun Ibrani bermakna: ada, adalah, berada, tinggal, terdapat, terjadi, menjadi, mungkin, melambangkan, sama seperti, artinya, yaitu.

        Kemungkinan besar inilah yang dimaknai Zakir Naik sebagai “hidup.” Yunus tinggal di perut ikan berarti Yunus hidup di perut ikan. Demikian juga dengan Yesus tinggal di rahim bumi berarti Yesus hidup di rahim bumi.
https://upload.wikimedia.org/
wikipedia/commons/1/1d/
Dr_Zakir_Naik.jpg

  •  Apakah “εἰμι” berarti “hidup”? Tidak. Kata “hidup” yang biasa digunakan dalam bahasa Yunani adalah “ζάω” (baca zao). Misalnya yang digunakan dalam Matius 4:4; 9:18; 16:16. Kata  “εἰμι” mempunyai fungsi yang sedikit banyak sama dengan "to be" dalam bahasa Inggris. Apakah "to be" berarti hidup? tentu tidak.
  • Apakah yang menggunakan “εἰμι” (berarti “tinggal”) merupakan sesuatu yang selalu hidup? Tidak juga. Dalam beberapa bagian Alkitab, kata “εἰμι” (dalam berbagai bentuk) diterapkan pada benda mati atau sesuatu yang sudah mati, contohnya: Matius 6:21 (keberadaan harta); 24:28 (keberadaan bangkai).  
  • Jadi pada Matius 12:40, Yesus tidak menubuatkan diri hidup dengan memakai kata “tinggal” (Yun. εἰμι) karena jika Ia bermaksud demikian tentulah Ia menggunakan kata “hidup” (Yun. ζάω). Berdasarkan analisa penggunaan kata “εἰμι,” kata ini tidak selalu diterapkan pada sesuatu yang hidup. Kata “εἰμι” bisa juga dipakai dalam atau bersama sesuatu yang mati atau benda mati. Dengan kata lain, sesuatu yang tinggal tersebut bisa sesuatu yang hidup maupun sesuatu yang mati.
  • Apakah Yunus dalam keadaan hidup atau mati selama berada tiga hari tiga malam di dalam perut ikan? saya sendiri tidak tahu. Jika Yunus hidup selama berada di perut ikan, itu mungkin ditandai dengan dia berdoa di perut ikan tersebut (Yunus 2) dan itu merupakan suatu peristiwa mukjizat. Jika Yunus mati, maka itu wajar, sebab logikanya tidak mungkin seorang mampu bertahan hidup dalam perut ikan tiga hari tiga malam. Lagi pula dalam doa Yunus dia mengatakan "... Engkau menaikkan nyawaku dari dalam kubur, ya TUHAN, Allahku" (Yunus 1:6), yang mengindikasikan mungkin Yunus sempat meninggal lalu dibangkitkan.
    Keterangan Waktu yang Sama
 
     Apakah sesungguhnya yang Yesus nubuatkan atau jadikan tanda pada peristiwa Nabi Yunus? Jawabannya adalah keterangan waktunya, yaitu “tiga hari tiga malam.” Yunus tinggal di perut ikan tiga hari tiga malam, Yesus tinggal di rahim bumi tiga hari tiga malam. Inilah yang Yesus nubuatkan sesungguhnya. Yesus menubuatkan bahwa Ia mati, berada di kubur dan bangkit pada hari ketiga. Inilah tanda bagi ahli Taurat dan orang Farisi.

2.       Sanggahan melalui Analisa Kitab Matius secara Keseluruhan
Kitab Matius menunjukkan tentang kematian Yesus di bagian lainnya dari kitab ini. Yesus menubuatkan tentang pembunuhan diriNya dalam Matius 16:21; 17:23. Yesus berbicara tentang kebangkitanNya dari antara orang mati dalam Matius 17:9. Malaikat menyatakan bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati dalam Matius 28:7. Logika penjagaan kubur Yesus dimaksudkan untuk mengantisipasi kebangkitan Yesus dari kematian dalam Matius 27:62-66, pada saat yang sama mengantisipasi keluar atau dicurinya mayat Yesus.

3.       Sanggahan melalui perbandingan dengan kitab Perjanjian Baru dan Lama.
Nubuat kematian Yesus dan bahkan Yesus menubuatkan kematianNya sendiri, juga ditulis dalam bagian Alkitab lainnya. Yesaya 53:9, “Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.” Markus 9:9, “Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.” Yohanes 19:33, “tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya.”


REFLEKSI DARI SEMUA INI

  1. Zakir Naik hanya satu dari sekian banyak penyerang iman Kristen, jadi tak perlu panik dengan kehadirannya
  2. Kesalahan umum para penyerang iman Kristen adalah pada pemahaman yang dangkal dan tidak detil. Memang demikianlah naturnya: Sibuk cari Kesalahan membuat Sulit dapat Kebenaran. So, #ZakirNaik is totally wrong about Jesus' Death.
  3. Bagi yang sudah tinggalkan Iman Kristen, saya menghargai pilihan anda – itu sudah dinubuatkan. 
  4. Alasan orang yang mudah meninggalkan keyakinan Iman Kristen adalah 1. Jauh dari Persekutuan/Gereja (Kristen Jauh) 2. Tidak mendalami Iman Kristen (Kristen Kulit) 
  5. Gereja tolong dong perhatikan pembinaan Iman Kristen. Jangan baru kebakaran jenggot kalo jemaat sudah pindah keyakinan. Investasi gereja pada di Orang sebagai Bait Allah, bukan pada Bangunan sebagai Bait Allah. 
  6. Bagi Truth Seeker, Rajin Menggali Alkitab aja cukup kok mengatasi Penyerang Iman.

PESONA KUBURAN

Ada pekuburan pada masa kini tidak lagi nampak menakutkan. Bahkan di beberapa daerah, pekuburan dibuat begitu indah – jauh lebih indah dari beberapa pemukiman penduduk. Ada rerumputan yang selalu hijau, bunga-bunga yang bermekaran di sekitarnya, dan pepohonan yang tertata dengan rapi yang tentu saja menambah kesejukan pekuburan tersebut.
http://www.dicconbewes.com/2011/10/31/
the-secret-of-swiss-cemeteries/
Namun kita semua tahu apa yang nampak di permukaan pekuburan berbanding terbalik dengan apa yang ada di dalamnya. Di dalam pekuburan tersebut terdapat bangkai mayat dan tulang belulang. Kesan yang berbeda akan tampak tatkala bangkai dan tulang belulang tersebut ditampilkan di permukaan pekuburan. Tak ada lagi kesan keindahan, kerapian, dan kesejukan yang hadir. Yang ada hanya perasaan jijik, kotor, dan ngeri.
 Demikianlah realitas pesona yang ditampilkan oleh orang-orang munafik – pesona kuburan. seorang yang munafik berusaha terlihat baik dimata orang lain. Ia menyimpan pelanggaran, korupsi, kebohongan, kebencian, hawa nafsu, perselingkuhan, serta berbagai kejahatannya, lalu membungkusnya dengan amal, persembahan, sumbangan, rutinitas ibadah dan sembahyang, perkataan sopan, penampilan fisik menarik, yang dimata orang lain menimbulkan kesan luar biasa.
 “Celaka” adalah sebuah kata yang tepat untuk orang munafik. Sebuah seruan yang lahir dari kepedihan hati para korban perbuatan orang munafik, sekaligus sebuah seruan peringatan akan hadirnya bencana penghukuman yang setimpal dengan kemunafikan tersebut. Kemunafikan pasti mendapatkan balasan sepadan pada waktunya. Sebuah balasan telah menanti, sebuah balasan yang akan menguak ‘pesona kuburan’ orang munafik, sebuah balasan yang mengubah akan keindahan menjadi kejijikan.
Kejahatan bukan untuk disimpan lalu dibungkus dengan kebaikan, melainkan untuk ditanggalkan dalam penyesalan dan pertobatan. Ada celaka menunggu orang yang munafik, di sisi lain, ada berkat menanti orang yang rendah hati mengakui kesalahan dan kegagalan, lalu berjuang memperbaikinya.

Celakalah kamu, ... hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan (Matius 23:27-28).

Support Blog

Support blog ini dengan subscribe Channel Youtube Victor Sumua Sanga dengan klik tombol di bawah: